TUNAS HARAPAN ~ TUNAS HARAPAN

TUNAS HARAPAN


 TUNAS HARAPAN, PD

Sebelum saya menjelaskan halaman utama saya tentang Tunas Harapan. Alangkah baiknya bila membaca cerita saya dulu.

"Berbahagialah orang yang selalu keinginannya terkabulkan dalam hal apapun dan untuk orang yang sedikit kurang beruntung jangan bersedih dan jangan menyalahkan keadaan. Berfikirlah Positif, karena mungkin itu bukanlah jalan hidup kita."

Dalam hal pendidikan, mungkin saya termasuk orang yang kurang beruntung. Setelah lulus Mts, saya harus sembunyi-sembunyi ketika ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SMA. Hal tersebut dikarenakn orang tua tidak mengijinkan dengan alasan tidak ada biaya. Orang tua baru mengetahuinya ketika ada biaya yang harus dibayarkan ke sekolah yang saya daftar. Melihat keinginan anaknya yang kuat, akhirnya diijinkan juga dan berusaha mencari buat membayarnya. Alhamdulillah, biaya bulanan sekolah orang tua tidak begitu memikirkan karena saya dapat beasiswa sampai lulus dari pemerintah.

Setelah lulus SMA, saya juga berkeinginan melanjutkan kuliah. Sayang, untuk yang Satu ini saya bnar-benar tidak bisa mewujudkannya. Tahun Pertama, ke Dua, sampai tahun ke Tiga dari kelulusan tetap tidak diijinkan orang tua dengan alasan yang sama. Dan yang lebih menguatkan alasan orang tua karena memang ada kakak saya yang kuliah, itupun biayanya tersendat-sendat. Yang terjadi saya sempat prustasi, marah, dan menyalahkan nasib. Namun beruntung, ada kegiatan positif dalam rangka membujuk orang tua di tahun-tahun tersebut. Saya memiliki pekerjaan sebagai pengajar di MD, tukang Ojek dari pagi sampai jam Satu siang, dan malamnya membantu ustazd mengajar ngaji. Jadi, tidak ada sesuatu yang membuat saya lebih terpuruk.

Sebagai manusia biasa, saya merasa jenuh diam di rumah meskipun ada kegiatan. Akhirnya saya putuskan untuk mencari pekerjaan ke perusahaan yang ada di Bandung. Hasilnya NOL. Kembali lagi ke kampung, ngojek lagi. Alhamdulillah, di kampung ada yang ngajak kerja ke pabrik baso miliknya Asep Gampel yang masih satu kampung dengan saya. Disana, Dua tahun saya jalanin, setelahnya saya ke Tasik dan dapat kerjaan di Toserba Yogya. Belum sempat genap satu tahun kontrak kerja saya sudah diputus. Karena tidak terbiasa nganggur mencoba kembali peruntungan dengan melamar pekerjaan yang diiklankan media cetak. Setelah beberapa surat lamaran saya kirimkan, akhirnya ada yang manggil untuk interview, dan saya bekerja di perusahaan ritel yang kemudian ditempatkan di Jatiwangi, Majalengka. Di perusahaan tersebut saya bertahan sampai 2 tahun.


0 komentar: